Rabu, 09 Maret 2011

Musnahnya Pejabat Korup

Musnahnya Pejabat Korup

Rusdi adalah seorang aktifis LSM anti korupsi berusia 35 tahun yang belum menikah. Tapi Desember tahun ini dia akan meminang seorang rekan wanitanya sesama aktifis.

Karena niatnya yang suci, malaikatpun langsung menemuinya, dan berkata, "Niat sucimu membuat aku terharu.. Karena dia adalah satu - satunya jodohmu, dan tahun 2009 ini adalah tahun perjodohanmu. Bila tahun ini kamu tak menikah, berarti selamanya kau takkan menikah."

Malaikat berucap lagi, "Apakah permintaanmu, karena aku akan wujudkan ?"

"Karena perjuanganku menghilangkan korupsi, dan setelah menikah aku akan berhenti dari aksi - aksi anti korupsi, maka aku mohon Musnahkan semua pejabat korup di Indonesia." pinta Rusdi.

"Baiklah. Aku akan wujudkan permohonanmu, mudah - mudahan kamu tidak menyesal." kata sang Malaikat.

... Keesokan hari..

Rusdi bangun pagi - pagi, bermaksud mengurus pernikahanya ke RT, RW, Kelurahan, dan KUA.

Tapi ternyata semua yang hendak dia temui tidak ada di tempat.

Karena takut pernikahannya batal, dia mengadukan aparat Kelurahan dan KUA itu ke Walikota, bahkan ke DPR kalau perlu. Tapi ternyata semua kantor kosong.

Karena lelah dia kemudian pulang dan nonton Berita di TV, bahwa "Semua PEJABAT di semua departemen dan lembaga pagi ini Lenyap!"

... Rusdi menyesal, dan batal menikah selamanya

UBI DAN KENTUT

Ubi & Kentut

Peni sangat suka makan ubi, tapi sayangnya itu membuatnya buang gas

berkali-kali dengan bau yang menyesakkan hidung. Ketika ia menjalin hubungan

dengan Roni, Peni rela melepaskan hobinya makan ubi karena takut Roni akan

meninggalkannya.

Mereka akhirnya menikah dan tinggal serumah. Suatu hari sepulang kerja,

mobil Peni mogok di tengah jalan. Peni memutuskan untuk berjalan kaki menuju

ke rumahnya, toh tidak begitu jauh. Ketika itulah ia melihat abang gorengan

dengan tumpukan ubinya yang menggoda.

Seakan balas dendam, Peni membeli sebanyak-banyaknya. Pikirnya ia kan

membuang gas sepanjang jalan pulang dan ketika tiba di rumah, diharapkan

kentutnya sudah habis terbuang. Sesampainya di rumah, Roni menyambutnya

dengan gembira.

"Pen, aku ingin memberimu kejutan. Tapi aku tutup dulu ya matamu," kata Roni

sambil menutup mata Peni dengan saputangan. Dibimbingnya Peni untuk duduk di

kursi meja makan.

Ketika Roni mau membuka tutup mata Peni, terdengar dering telepon.

"Sebentar, aku jawab telepon dulu. Nggak boleh ngintip lho ya," pesan Roni.

Begitu Roni berlalu, tiba-tiba perut Peni terasa mulas tanda-tanda akan

kentut. Tak tahan lagi, segera ia keluarkan gas dari dalam perutnya dengan

bunyi tidak tanggung-tanggung dan bau yang busuk.

Peni menyambar serbet di meja dan mengibas-ngibaskannya untuk mengusir bau

kentutnya sendiri. Hal ini berlangsung beberapa kali sampai kemudian

terdengar Roni menutup telepon. Peni memasang senyum semanis mungkin dan

Roni pun membuka tutup matanya.

Di depannya tampak sebuah kue ulang tahun plus enam orang teman dan

saudaranya yang sedang menutup hidung dan menahan tawa.

JANJI DOKTER

Endrin menemui dokter spesialis kelamin untuk berkonsultasi soal keluhannya. ?

Dok, saya punya masalah, tapi Dokter harus janji dulu untuk tidak tertawa yah ??

Tenang. Saya janji tidak akan tertawa. Itu melanggar sumpah kedokteranku,? jawab dokter bersahaja.

Endrin langsung menurunkan celananya, burungnya ternyata kecil sekali, mungkin diameternya hanya sebesar pensil 2B. Melihat ?barang? yang hanya seadanya itu, dokter tak kuat menahan tawanya? dia tertawa terpingkal-pingkal, sampai berguling-guling dilantai.

Kira-kira lima menit, baru dia dapat mengendalikan emosinya. ?Maaf Mas. Hhh.. hh.. Saya kelepasan. Saya janji tidak akan tertawa lagi. Nah, sekarang masalah Saudara apa?? kata dokter, berjuang keras menyembunyikan sisa tawanya.

?Janji Dok ya, dokter tidak akan tertawa lagi,? pinta Endrin.

Karena merasa sudah mengingkari janji pada pasiennya, sang Dokter kembali berjanji di depan Endrin, ?Baiklah saya tidak akan tertawa, kalau tertawa kamu boleh pukul saya!?

Endrin mulai ngomong dengan nada sedih, ?Begini Dok, burung saya sudah tiga hari ini bengkak kayak begini??

Dokter : ?

HUAAAAAAAAAA?HA..HA..HA..HA..HA..HA..HA..HI?H I..HI..HI?