Dalam perjalanan ke luar kota, Bang Sukro terpaksa harus menginap di sebuah hotel kecil di sebuah kota.
Malam hari, karena tak tahan lagi akan rasa sepi dan dingin yang mencekam, Bang Sukro menelepon resepsionis di lantai bawah:
Bang Sukro : "Tolong kirim seorang pelacur yang lumayan kemari."
Istri pemilik hotel yang kebetulan bertugas di meja resepsionis sangat marah mendengar permintaan tamunya. dia menyuruh suaminya agar melempar Bang Sukro keluar dari hotel. Tapi suaminya keberatan. Katanya permintaan Bang Sukro tokh adalah sesuatu yang alami dan tidak merugikan siapa pun. Lagipula, dia tak ingin kehilangan seorang langganan yang terbaik.
Istri : "Baik! Kalau kau tak mau; biar aku yang melemparnya,"
kata si isteri lalu segera berlari ke atas.
Selama kurang lebih dua puluh menit, terdengar suara hingar-bingar di atas. Tak lama setelah itu tampaklah Bang Sukro menjumpai si pemilik hotel seraya berkata,
Bang Sukro : Boleh jadi perempuan tadi itu memang yang paling lumayan di kota ini. Tapi sayang dia agak bandel. Saya jadi terpaksa memperkosanya.
Selasa, 24 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar