Begitu terpesona dengan permainan piano Nadine, teman kami dari Australia, sambil bertepuk tangan, Si Sudrun yg sedang hot-hot nya speaking English berteriak, “Not a play! Not a plaaay..!!!”
Nadine yang mendapat ucapan itu bengong, “Pardon ?..Not a play..??”
“Yess, Not a play..!!! Bukan main! Bukan main..!!!,” ungkap Sudrun menerangkan.
Aku yang menemani Sudrun terperangah, “Bukan main itu bukan Not a Play, Mbah...”
Sudrun tersinggung dan menjawab, “Your granny !!! (Mbahmu !!!).
Trus dia dengan ngeyel melanjutkan : "Humanly I have check my dictionary kok..! (Orang saya sudah periksa di kamus kok..!)”.
Lalu Sudrun berpaling ke Nadine: “Lady.., let’s corner (Mojok yuk). But don’t think that are nots (Jangan berpikir yang bukan-bukan). I just want a meal together...”
“Ngaco kamu, Drun !” Aku tambah gemes sambil geleng2 kepala.
“Don’t be surplus (Jangan berlebihan), Mas. Be wrong a little is OK, toch.?”
Nadine cuman senyum kecil:“I would love to, but ……. “
“Sorry if my friend make you not delicious (Maaf kalau teman saya bikin kamu jadi nggak enak),” sambut Sudrun ramah.
“Different river, maybe... (Lain kali, barangkali...).
I will not be various kok..! (Saya nggak akan macam-macam kok..!)" kata Si Sudrun gemblunk ini lagi.
Gubrak !! Aku pun pingsan karena malu...
Rabu, 28 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar